LENTERA CINTA
Seribu kali ku coba menghindari
Seribu kali ku coba tak kembali
Namun langkahku menjadi kian pasti
menatap bayangmu dalam cinta yang semu
Seribu kali ku menatap gambarmu
Seribu kali ku menyebut namamu
Hasrat padamu kian menyesak kalbu
Namun slalu aku merasakan. .tak mampu. .
Kemana ku harus melangkah
Jejakmu samar-samar ku ikuti
Kemana ku harus melangkah
Cintamu terlalu sulit untuk ku
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan. .
('T_T')
(ya Robb, lapangkan hatiku, ku mohon. Jangan biarkan aku terbelenggu oleh perasaan yang tak menentu)
Welcome to my blog, This is my personal blog where I talk about just anything. .
Rabu, 13 Juli 2011
Selasa, 12 Juli 2011
menangis dalam sunyi
aku ingin menangis dalam sunyi
hatiku mengatakan takkan mampu untuk meninggalkan bayangan dirinya
tetapi aku harus terus melangkah
aku tidak boleh membebani langkahnya akan hadirnya cintaku yang terlambat
hari ini, sembunyi-sembunyi ku coba mencari celah untuk melihat sedetik gambar dirinya
hening, ternyata air mata langsung menetes tak karuan
"thats my dear"
harusnya aku tak membiarkan semua ini terus menerus menghantuiku
harusnya aku ikhlas ia bahagia
harusnya, harusnya, harusnya. . .
aku pun bahagia di atas bahagianya. .
dia egois, dia perfectionist, dia tidak pedulian, dia konsisten dengan setianya
tapi aku cinta, aku merindunya. . .
mestinya aku dulu tak begitu
mestinya aku dulu tak mengikuti kata temanku
mestinya dulu aku paham, untuk mendapatkan cinta sejati tak harus mengkhianatimu
aku takkan mampu berbuat apa-apa
aku pun tak sanggup rasanya pergi dari kisah ini
mungkin aku pernah setia dan tidak setia
mungkin aku pernah di cintai dan di hina
tetapi bukankah aku tidak mati??
aku masih mampu berjalan dalam lara
aku masih mampu membahagiakannya dalam doa
terkadang aku ingin meronta
apa yang seharusnya dijadikan tersangka?
rasaku?masalalu?atau kita??
bukankah dulu aku ingin meninggalkanmu?
bukankah dulu aku yang berusaha menghapus kisah itu?
harusnya aku bahagia
karena permainanku telah selesai
tetapi mengapa sesak ini tetap ada?
seperti sungkan sekali untuk mengikhlaskan aku bebas
seperti sungkan sekali untuk mengikhlaskan aku bebas
seperti bahagia sekali melihatku terkungkung dalam kesalahan
Allah, sebisaku semampuku
telah ku coba ikhlas
tetapi rasa pemberianmu ini seakan memberati langkahku, seakan tak mau untuk ku tinggalkan
aku sadar ini tak boleh, ini tak bisa ku benarkan
tetapi, aku tak tahu harus melaporkan pada siapa
aku ingin menangis, tetapi aku pun tak inginkan itu
seseimbang mungkin ku tanamkan hatiku
seproporsional mungkin ku posisikan hatiku
sejeli mungkin ku memilih perasaan yang tepat untuk hatiku
tetapi, untuk sekian kalinya. .
AKU BELUM MAMPU. . !!!!
Senin, 11 Juli 2011
pergi saja cintaku
terlalu sering membiarkan rasa berintuisi ternyata bisa membuatku melupakan kewajiban nyataku sebagai seorang mahasiswa. contohnya, saat si diri ini diperdengarkan oleh sebuah lagu yang mendukung suasana hati, tiba-tiba logika terkalahkan oleh rasa yang merindu bayangan masalalu. atau di hari ini, saat semalam sebelum terlelap sudah ku azzamkan untuk semangat mengerjakan revisi tugas akhir, ternyata Allah menghendaki sebuah mimpi dalam tidurku yang akhirnya dipagi harinya aku tak mampu memberi ruang untuk logika ku meneruskan revisi. aku ngin teriak, aku ingin menangis, aku ingin menolak rasa ini, karena sungguh aku pun tidak mau terus menerus tenggelam dalam cinta yang telah menjadi abu, dalam masalalu yang lama tersiram oleh kelam, dan dalam seseorang yang telah sekian waktu memutuskan masaku. aku lelah, Allah. perih, sungguh perih luka penyesalan itu.
satu side dalam logika mengatakan "sudah bukan masamu saat ini. tidak ada yang bersalah, karena dia pun telah bahagia. meski kini kesalahan itu terus membayangi lara. tapi bukankah ini akhir dari permainan yang kau buat sendiri?? bukankah ini inginmu dulu?? menjauh darinya? meninggalkan cintanya? setidaknya harus tetap kau tanamkan syukur, karena pernah bersama dengannya adalah seribu alasan untuk tetap melangkah bahagia, biarkan Tuhan mu memberimu jeda untuk sendiri, untuk mengganti semua yang salah, untuk memberi waktu dirimu berpikir. lupakan!!!"T_T
Tak ada alasan untukku untuk menggenggam cinta yang telah berlalu
tak ada waktu untuk memikirkan masa itu tetap tersimpan dalam bayang sanubari
tak ada kesempatan untuk menolak pinangan lelakii baik itu. karena mungkin saja lelaki itu masa depan yang diberikan Tuhan untuk mengganti dia yang tlah lalu??
Aku lelah ya Rabb, tolong bawa rasa ini pergi sejauh mungkin dari bayang mata hatiku. agar aku tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk merindu dalam semu. . . . .
ku mohon, sudilah Kau mencabut luka rasa bersalah dihatiku. Tanpa Mu aku takkan mampu melaju, dengan kerendahan hatiku, ku mohon IzinMu. . .
satu side dalam logika mengatakan "sudah bukan masamu saat ini. tidak ada yang bersalah, karena dia pun telah bahagia. meski kini kesalahan itu terus membayangi lara. tapi bukankah ini akhir dari permainan yang kau buat sendiri?? bukankah ini inginmu dulu?? menjauh darinya? meninggalkan cintanya? setidaknya harus tetap kau tanamkan syukur, karena pernah bersama dengannya adalah seribu alasan untuk tetap melangkah bahagia, biarkan Tuhan mu memberimu jeda untuk sendiri, untuk mengganti semua yang salah, untuk memberi waktu dirimu berpikir. lupakan!!!"T_T
Tak ada alasan untukku untuk menggenggam cinta yang telah berlalu
tak ada waktu untuk memikirkan masa itu tetap tersimpan dalam bayang sanubari
tak ada kesempatan untuk menolak pinangan lelakii baik itu. karena mungkin saja lelaki itu masa depan yang diberikan Tuhan untuk mengganti dia yang tlah lalu??
Aku lelah ya Rabb, tolong bawa rasa ini pergi sejauh mungkin dari bayang mata hatiku. agar aku tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk merindu dalam semu. . . . .
ku mohon, sudilah Kau mencabut luka rasa bersalah dihatiku. Tanpa Mu aku takkan mampu melaju, dengan kerendahan hatiku, ku mohon IzinMu. . .
Jumat, 08 Juli 2011
Jika saja rasa adalah sebuah kertas, ingin ku bakar dalam api unggun hingga yang tersisa adalah abunya.
Jika saja masalalu adalah tayangan televisi, ingin segera ku pindahkan chanelnya menuju tayangan dimasadepan yang terbaik.
Jika saja waktu adalah film berbentuk software, ingin ku percepat kisah sedihnya sampai ku temukan kisah bahagia.
Jika. . Jika. . Dan jika. . .
Benar-benar kondisi hati yang tidak kondusif, kurang mendukungku dalam penyelesaian tugas akhir. T_T
padahal mataku sudah hampir 2jam meratapi komputer ini tetapi hati tak mau dikompromi.
Please, masalalu, ku mhon, go away from me!
Cukup sudah aku lelah, di malam ini aku hanya btuh menyandarkan lara. .
Jika saja masalalu adalah tayangan televisi, ingin segera ku pindahkan chanelnya menuju tayangan dimasadepan yang terbaik.
Jika saja waktu adalah film berbentuk software, ingin ku percepat kisah sedihnya sampai ku temukan kisah bahagia.
Jika. . Jika. . Dan jika. . .
Benar-benar kondisi hati yang tidak kondusif, kurang mendukungku dalam penyelesaian tugas akhir. T_T
padahal mataku sudah hampir 2jam meratapi komputer ini tetapi hati tak mau dikompromi.
Please, masalalu, ku mhon, go away from me!
Cukup sudah aku lelah, di malam ini aku hanya btuh menyandarkan lara. .
Rabu, 06 Juli 2011
Aku mengenalmu dengan nama tomi, bukan tommy hidayat. .
Aku mengenalmu dengan masa sulit kala itu, kala kita melangkah dengan bekal kaki, bukan mesin seperti saat ini. .
Aku mengenalmu saat diri mencoba mencari arti kita, tidak seperti saat ini. .
Telah ku coba mempercepat langkah, namun bayang masa kita melaju menghentikan arah. .
Sekuat, setegar karang, ku tepis, ku tipiskan rasa yang dulu menjadi milikku, rasa yang dulu kau janjikan abadi bersamaku. .
Aku telah mengkhianati dan dikhianati sebuah hati
aku telah merasakan rendah dan puncak tertinggi sebuah rasa
hingga terkadang, aku merasa aku tak mampu lagi meneruskan langkah, sampai akhirnya waktu dan kenyataan menampar menyadarkanku. .
Aku mungkin mampu melangkah maju, tetapi hatiku sadar betul, bahwa hatiku melaju bersama perasaan yang tertinggal, bersama lara yang ku coba tepiskan sejauh bintang. .
Aku tak mau merendahkan rasa yang ku punya, karena aku paham, cinta yang kau rasa sekarang mungkin lebih indah ketimbang sedih yang ku alami, atau mungkin bahagiaku lebih kecil maknanya ketimbang kesedihan seandainya kau berpisah bersamanya. .
Aku tak bodoh, bukan aku tak memahamimu. .
Tetapi sungguh, sungguh aku tak mampu menata dan berdamai dengan hatiku akan masalalu kita. .
Saat kesendirian menyiksa, tanpa putus semangat ku alihkan. .
Saat merindumu datang menyapa, tanpa lelah ku berkata "kau telah bahagia bersamanya"
Namun aku tak mampu memungkiri, kala cinta bertanya "untuk siapa rasa yang ku punya?"
hati paling dalamku hanya mampu berbisik "untuk dialah yang pernah ku cinta"
Aku hanya mampu menangis, hanya mampu menyalahkan diriku sendiri. .
Aku tak ingin kau bersedih jika tanpa dia
Aku tak mau jika terus mencintamu di atas cintanya
Aku tak ingin, tak ingin, tak ingin. .
Aku mengenalmu dengan masa sulit kala itu, kala kita melangkah dengan bekal kaki, bukan mesin seperti saat ini. .
Aku mengenalmu saat diri mencoba mencari arti kita, tidak seperti saat ini. .
Telah ku coba mempercepat langkah, namun bayang masa kita melaju menghentikan arah. .
Sekuat, setegar karang, ku tepis, ku tipiskan rasa yang dulu menjadi milikku, rasa yang dulu kau janjikan abadi bersamaku. .
Aku telah mengkhianati dan dikhianati sebuah hati
aku telah merasakan rendah dan puncak tertinggi sebuah rasa
hingga terkadang, aku merasa aku tak mampu lagi meneruskan langkah, sampai akhirnya waktu dan kenyataan menampar menyadarkanku. .
Aku mungkin mampu melangkah maju, tetapi hatiku sadar betul, bahwa hatiku melaju bersama perasaan yang tertinggal, bersama lara yang ku coba tepiskan sejauh bintang. .
Aku tak mau merendahkan rasa yang ku punya, karena aku paham, cinta yang kau rasa sekarang mungkin lebih indah ketimbang sedih yang ku alami, atau mungkin bahagiaku lebih kecil maknanya ketimbang kesedihan seandainya kau berpisah bersamanya. .
Aku tak bodoh, bukan aku tak memahamimu. .
Tetapi sungguh, sungguh aku tak mampu menata dan berdamai dengan hatiku akan masalalu kita. .
Saat kesendirian menyiksa, tanpa putus semangat ku alihkan. .
Saat merindumu datang menyapa, tanpa lelah ku berkata "kau telah bahagia bersamanya"
Namun aku tak mampu memungkiri, kala cinta bertanya "untuk siapa rasa yang ku punya?"
hati paling dalamku hanya mampu berbisik "untuk dialah yang pernah ku cinta"
Aku hanya mampu menangis, hanya mampu menyalahkan diriku sendiri. .
Aku tak ingin kau bersedih jika tanpa dia
Aku tak mau jika terus mencintamu di atas cintanya
Aku tak ingin, tak ingin, tak ingin. .
Langganan:
Postingan (Atom)
