Kita tidak akan pernah bisa menebak hari esok, seperti saat ku melepasmu kemarin, aku tidak pernah mampu menerka saat ini ku merindumu. .
Meski ku tekan semampuku, ku coba sekuatku untuk memipihkan rasa, namun pada akhirnya yang kutemui hanya kesesakan.
Aku tahu, semua berawal dari salahku. Tapi bukankah dg ksalahan kita dapat belajar, bukankah dari setiap masa kelam dan situasi buruk, memiliki sisi positif, ya setidaknya bagiku. .
Aku takkan mampu menyadari mencintaimu tanpa ku tahu arti menyakiti dan tersakiti
aku takkan mampu membuat tunggal sebuah hati tanpaku mengerti aplikasi cinta dalam ganda sebuah hati
aku takkan sadar kamu berarti tanpa ku rasakan situasi terjepit, diantara mencintamu dan seseorang yg kamu cintai saat ini. .
Sejujurnya, aku lelah, lelah mengejar bayang-bayangmu yang aku pun tak mampu memastikan dimana tujuan akhirnya. . Namun, setidaknya dalam keyakinan diri, aku masih memiliki sabar dan doa yang mampu ku munajatkan pada Tuhan, untk ku gantungkan kebaikan bersamamu, laksana alm. ibu ainun dan bpk habibi. .
Welcome to my blog, This is my personal blog where I talk about just anything. .
Kamis, 02 Juni 2011
Sabtu, 21 Mei 2011
"sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa, membenci dirimu, sesungguhnya aku tak mampu. . .sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa memisahkan sgala, cinta dan benci. . ."
lagu penuh makna ditemani kertas yang berceceran di setiap sudut kamar menemaniku. .
"aku mampu apa? Untuk menghilangkanmu dari pandangan mataku? Untuk mengubur semua rasa, entah cinta, entah benci, ke dalam palung hati terdalam yang tak terlihat? Mampu apa aku?"
Aku berusaha menolak kerinduan ini, tapi hati memang tak pernah tau diri, mengetuk pintu hati bersama kerinduan tanpa tau apakah pemiliknya sedang mencinta atau benci. . .
Ku belum menjadi apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Tapi tak letih berdoa, memohonkan bersama kepadaNya. .
Aku merindukan mu. .
lagu penuh makna ditemani kertas yang berceceran di setiap sudut kamar menemaniku. .
"aku mampu apa? Untuk menghilangkanmu dari pandangan mataku? Untuk mengubur semua rasa, entah cinta, entah benci, ke dalam palung hati terdalam yang tak terlihat? Mampu apa aku?"
Aku berusaha menolak kerinduan ini, tapi hati memang tak pernah tau diri, mengetuk pintu hati bersama kerinduan tanpa tau apakah pemiliknya sedang mencinta atau benci. . .
Ku belum menjadi apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Tapi tak letih berdoa, memohonkan bersama kepadaNya. .
Aku merindukan mu. .
Jumat, 18 Maret 2011
semua indah pada masa'nya
Hidup adalah sekumpulan ujian. .
Ya mungkin itu yang mampu mendeskripsikan kondisiku saat ini. .
Tidak pernah ku tebak seperti ini alur cerita hidupku hingga berada pada step usia 20 tahun. Sekilas 20 tahun dalam definisi masing-masing lingkup profesi setiap orang tidaklah sama. Hal ini yang kurasakan selama 3 tahun menuntut ilmu di kota malang, khususnya bagi sekumpulan orang yang menekuni profesi sebagai bidan. Angka 20 terlihat begitu kontras perbedaan'nya dibanding angka 20 oleh sebagian oranglain di dunia ini.
3 tahun, ya dengan 3 tahun, profesi ini mampu mengkarbit seorang anak yang baru saja beranjak dewasa dengan beban tanggungjawab besar, tanggungjawab yang tidak sepele, tanggungjawab yang menjadi ujung tombak berdirinya sebuah negara. . "bertanggungjawab terhadap 1 siklus hidup seorang manusia, sejak konsepsi hingga menopause"
Berat bukan?
Bagaimana tidak? Karena dari seorang bidan'lah, kesehatan masyarakat tumbuh, entah itu baik atau tidak, dari tangan 1 individu bernama bidan. Layanan pertama dari siklus penanganan kesehatan masyarakat dalam lingkup terbawah, yaitu desa, itu menjadi amanah dan tanggungjawab seorang bidan. Maka tak jarang, pemerintah mengatakan bahwa mengoptimalkan kompetensi seorang bidan mampu memberikan dampak positif bagi penurunan angka kesakitan maupun kematian dalam suatu negara.
Huft. . Lelah terkadang ada menjalani profesi ini, terutama distep pra penglepasan lisensi gelar Ahli Madya Kebidanan (maksudnya waktu kuliahnya). Hal ini terjadi pada diri ini selama hampir 3 tahun. Profesi ini menuntutku untuk mampu mempercepat tingkat kedewasaanku, meski sempat kurasakan penolakan dalam diri ini.
Ketika melihat teman sebayaku mampu melewatkan hari-harinya sewajarnya, aku justru disibukkan dengan berbagai jadwal kegiatan rumit. Ketika teman-teman seusiaku memiliki kesempatan untuk mencoba hal-hal menarik dalam fase remaja, aq dihadapkan pada pembelajaran dewasa yang secara tak kusadari itu turut andil dalam setiap persepsiku. Ku akui, ada hal baik yang ku dapatkan, di usia seminim ini, aku mampu mendapat kesempatan memberi pelayan kesehatan masyarakat yang mungkin dari segi usia lebih "tua". Tetapi ada dalam satu waktu, dimana aku mengalami penolakan yang sangat hebat terhadap pendewasaan ini. Ada masa dimana aku penat dengan semua sistem perkuliahan yang mampu mengkerdilkan sisi-sisi remajaku. Seperti hari ini. . . Aku merasa semua membuatku penat, membuatku harus menangis tanpa menjatuhkan airmata. . Dan semua itu ku kelola sendiri dalam sistem manajemen diri. Tetapi ketika wajah-wajah yang berjasa dalam hidupku muncul, aku merasa malu, merasa tak pantas bertindak ataupun berpikir sesempit ini. .
Mungkin memang dihari ini, Allah memberiku bonus lebih berupa waktu lebih yang harus ku gunakan untuk memperdalam tugas akhir ini bersama ibu dosen pembimbingku yang dirahmati Allah ini. Aku diberi kesempatan untuk benar-benar memaknai kerja keras(meski harus tidur 2jam dalam sehari) dan arti sebuah ungkapan syukur "Alhamdulillah".
Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan hidup. .
Alhamdulillah, aku masih survive sampai step sebesar ini. .
Alhamdulillah, aku masih dipertemukan dengan orang-orang berkualitas dikampus ini yang mampu mendidikku untuk tegar, tahan mental, dan kompeten (insya Allah)
karena itu, bagiku HIDUP ADALAH SEKUMPULAN UJIAN DAN KITA HARUS SEMANGAT MENJALANI SERANGKAIAN UJIAN ITU DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK !!
Semangat ^^
semua akan indah pada waktunya
malam sendu bunga remujung 3, malang
~IB ~
Ya mungkin itu yang mampu mendeskripsikan kondisiku saat ini. .
Tidak pernah ku tebak seperti ini alur cerita hidupku hingga berada pada step usia 20 tahun. Sekilas 20 tahun dalam definisi masing-masing lingkup profesi setiap orang tidaklah sama. Hal ini yang kurasakan selama 3 tahun menuntut ilmu di kota malang, khususnya bagi sekumpulan orang yang menekuni profesi sebagai bidan. Angka 20 terlihat begitu kontras perbedaan'nya dibanding angka 20 oleh sebagian oranglain di dunia ini.
3 tahun, ya dengan 3 tahun, profesi ini mampu mengkarbit seorang anak yang baru saja beranjak dewasa dengan beban tanggungjawab besar, tanggungjawab yang tidak sepele, tanggungjawab yang menjadi ujung tombak berdirinya sebuah negara. . "bertanggungjawab terhadap 1 siklus hidup seorang manusia, sejak konsepsi hingga menopause"
Berat bukan?
Bagaimana tidak? Karena dari seorang bidan'lah, kesehatan masyarakat tumbuh, entah itu baik atau tidak, dari tangan 1 individu bernama bidan. Layanan pertama dari siklus penanganan kesehatan masyarakat dalam lingkup terbawah, yaitu desa, itu menjadi amanah dan tanggungjawab seorang bidan. Maka tak jarang, pemerintah mengatakan bahwa mengoptimalkan kompetensi seorang bidan mampu memberikan dampak positif bagi penurunan angka kesakitan maupun kematian dalam suatu negara.
Huft. . Lelah terkadang ada menjalani profesi ini, terutama distep pra penglepasan lisensi gelar Ahli Madya Kebidanan (maksudnya waktu kuliahnya). Hal ini terjadi pada diri ini selama hampir 3 tahun. Profesi ini menuntutku untuk mampu mempercepat tingkat kedewasaanku, meski sempat kurasakan penolakan dalam diri ini.
Ketika melihat teman sebayaku mampu melewatkan hari-harinya sewajarnya, aku justru disibukkan dengan berbagai jadwal kegiatan rumit. Ketika teman-teman seusiaku memiliki kesempatan untuk mencoba hal-hal menarik dalam fase remaja, aq dihadapkan pada pembelajaran dewasa yang secara tak kusadari itu turut andil dalam setiap persepsiku. Ku akui, ada hal baik yang ku dapatkan, di usia seminim ini, aku mampu mendapat kesempatan memberi pelayan kesehatan masyarakat yang mungkin dari segi usia lebih "tua". Tetapi ada dalam satu waktu, dimana aku mengalami penolakan yang sangat hebat terhadap pendewasaan ini. Ada masa dimana aku penat dengan semua sistem perkuliahan yang mampu mengkerdilkan sisi-sisi remajaku. Seperti hari ini. . . Aku merasa semua membuatku penat, membuatku harus menangis tanpa menjatuhkan airmata. . Dan semua itu ku kelola sendiri dalam sistem manajemen diri. Tetapi ketika wajah-wajah yang berjasa dalam hidupku muncul, aku merasa malu, merasa tak pantas bertindak ataupun berpikir sesempit ini. .
Mungkin memang dihari ini, Allah memberiku bonus lebih berupa waktu lebih yang harus ku gunakan untuk memperdalam tugas akhir ini bersama ibu dosen pembimbingku yang dirahmati Allah ini. Aku diberi kesempatan untuk benar-benar memaknai kerja keras(meski harus tidur 2jam dalam sehari) dan arti sebuah ungkapan syukur "Alhamdulillah".
Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan hidup. .
Alhamdulillah, aku masih survive sampai step sebesar ini. .
Alhamdulillah, aku masih dipertemukan dengan orang-orang berkualitas dikampus ini yang mampu mendidikku untuk tegar, tahan mental, dan kompeten (insya Allah)
karena itu, bagiku HIDUP ADALAH SEKUMPULAN UJIAN DAN KITA HARUS SEMANGAT MENJALANI SERANGKAIAN UJIAN ITU DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK !!
Semangat ^^
semua akan indah pada waktunya
malam sendu bunga remujung 3, malang
~IB ~
Senin, 14 Maret 2011
Minggu, 13 Maret 2011
cukuplah, ibe, cukup
Dibalik seruan adzan disenja itu, aku tertunduk malu, menangis dalam sujud panjang yang terhampar di atas sajadah suci ini. . kecil, tak punya arti, mungkin hal itu yang mampu mendescribe-kan diri ini. aku tak mampu melawan rasa ini, rasa yang mungkin tidak sepenuhnya suci. aku merasa kehilangan diriku, aku menjadi teramat rapuh, menangisi hal yang mungkin tidak diciptakan untukku, yang mungkin tidak ALLAH takdirkan sebagai pasangan rusuk ku, yang mungkin hanya ALLAH hadirkan hanya sebagai penempa tingkat keimanan ku yang terkadang sistem imunitasnya berada pada titik limit. .
Allah, pada titik batas kelemahanku, ku harap Engkau masih sudi menjadi pelita akan pandanganku yang terkadang suram. .
aku tak mampu menjelaskan mengapa semua ini bisa ku lakukan, melakukan hal bodoh yang jelas-jelas ku mengerti itu hanya membuatku semakin rendah dimataNya. masa lalu itu memenjara imanku, mengkerdilkan kesucian cinta ini, mendiskriminasi rasa tulus yang telah ku ku patenkan menjadi milik Sang Pemilik Cinta.
Dikala semua orang berlomba-lomba untuk mencari imam untuk dua dunia, mengapa aku hanya menatap pada satu nama. . mengapa aku hanya terdiam melihat cinta ini menggerogoti dinding keimananku. . mengapa wahai hati??
Allahu Robbi, mafkan hamba yang telah mendzolimi diri sendiri. . maafkan hamba yang telah salah memandang cinta. .
salah. . memandang hal yang belum hamba ketahui apakah itu tercipta untuk hamba. .
“ Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Allah dan Allah maha penyantun kepada hamba-hambanya”. (QS. Al Baqarah : 207)
Allah, pada titik batas kelemahanku, ku harap Engkau masih sudi menjadi pelita akan pandanganku yang terkadang suram. .
aku tak mampu menjelaskan mengapa semua ini bisa ku lakukan, melakukan hal bodoh yang jelas-jelas ku mengerti itu hanya membuatku semakin rendah dimataNya. masa lalu itu memenjara imanku, mengkerdilkan kesucian cinta ini, mendiskriminasi rasa tulus yang telah ku ku patenkan menjadi milik Sang Pemilik Cinta.
Dikala semua orang berlomba-lomba untuk mencari imam untuk dua dunia, mengapa aku hanya menatap pada satu nama. . mengapa aku hanya terdiam melihat cinta ini menggerogoti dinding keimananku. . mengapa wahai hati??
Allahu Robbi, mafkan hamba yang telah mendzolimi diri sendiri. . maafkan hamba yang telah salah memandang cinta. .
salah. . memandang hal yang belum hamba ketahui apakah itu tercipta untuk hamba. .
“ Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Allah dan Allah maha penyantun kepada hamba-hambanya”. (QS. Al Baqarah : 207)
Sabtu, 12 Maret 2011
kisah kasih kita
Setelah beberapa malam ini lelah bergelut di depan komputer demi sebuah tiket kelulusan bernama proposal penelitian, akhirnya di siang hari yang mendung ini aku bisa tertawa, :) hehe. ditemenin lagu nya AHMAD DHANI (inget seseorang likes it*hug). melewati berbagai kondisi yang memberiku pelajaran berharga, mencari ketenangan (well, ga nyambung sama proposal), ya. . memang selama beberapa pekan yang menurut ku rumit dengan urusan kampus, masalah hati juga ikut berpartisipasi menambah keramaian pikiranku yang semakin sempit dengan hal-hal yang rumit itu. rasional dan perasaan rasanya seperti bercampur aduk dengan arah yang tidak jelas (kok bisa ya, hehe ^^).ini kisahnya. . read..
Pengakuan jujur seorang ibe yang baru sekarang ngerasain beratnya ditinggal *seseorang*, check it out. .
Memang terkadang makna sesungguhnya dari kata "penyesalan" baru dateng di akhir cerita saat semua yang terbaik baru kelihatan jelasnya. .Jelas jauhnya, jelas sayangnya, jelas dibencinya kita sama masalalu itu, jelas-jelasnya seseorang itu udah membuka hati buat oranglain. .(kasian banget kayaknya ni orang :p ). . yuk ikut ceritanya. .
alkisah (cie.....pake bahasa, hehe) beberapa taun lalu sekita awal tahun 2005, saat si ibe ini masi duduk jadi siswa baru di sebuah SMA favorit (menurut ibe) di Pandeglang, Banten dan masuk di kelas yang menurut kasak-kusuk sekolah itu adalah "kelas favorite" dalam artian dikelas ini adalah kumpulan sekeranjang manusia (hehe) berprestasi dalam bidang akademik dari SMP yang mendaftarkan diri di SMA itu. bertemulah ia dengan manusia super extra (:p) yang aneh banget, saking anehnya ibe tuh males banget ngeliat tampangnya yang jelas-jelas jutek, so cool (maf ya mii), dan disukai banyak wanita sebagai selirnya (cckckck). dan parahnya, selir-selir yang suka itu adalah anggota genk si ibe. pada suatu ketika, ada satu dari sekian orang anggota genk ibe itu suka banget sama si dia yang tak lain bernam tomi, sebut saja begitu (xixixixi dengan semua gigi terbuka, alias ketawa). cerita punya cerita si bunga (bukan nama sebenarnya) sering bercerita mengenai rasa suka yang bunga pendam untuk tomi ke si ibe, yang saat itu masih ilfeel dengan makhluk bernama kang tomi itu. sampai pada suatu ketika, kira-kira 1 bulan setelah OSPEK SMA (ceritanya), si ibe sama tomi itu yang awalnya sering banget adu omong kayak tom and jerry gara sesuatu yang ga penting sampai sesuatu yang emang bener-bener ga penting :p. tumbuhlah rasa suka itu, yang pada awalnya buat si ibe itu " ga mungkin banget gw suka sama dia.. dengan gayanya yang kayak gitu, amit-imut deh ". .
Awalnya juga si ibe ga tau kalo tomi itu punya perasaan yang sama kayak yang dia rasa (lha wong tukaran ae ben dino : kata orang jawa). hari demi hari, saat tanggal 10 september 2005 kedua anak manusia itu pulang terakhir dari kelas, maklum si ibe sekretaris si tomi itu ketua kelas, teman. entah dari mana asalnya, entah kayak gimana awalnya, MEREKA JADIAN. hihihihi aneh ya mama (think :p)
dan taukah. . ini awal dari sebuah bencana. . .
hubungan mereka yang awalnya si ibe itu mau sembunyisembunyi terungkap setelah tertangkap basah jalan berdua, dan parahnya ini dilihat oleh genk si ibe. . emang dasarnya anak baru gede ya, geger satu kelas, si ibe dijauhin sama genknya itu demi seorang tomi yang terus melindunginya meski harus ikut difitnah dan masuk ke ruang BP. Sejak saat itu, persahabatan genk sii ibe terpecah. untungnya saat-saat sulit seperti itu, ibe masih punya nina dan lisa trus temen-temen cowoknya juga support banget sama ibe, yang paling penting, tomi tetep disampingnya. . beranjak ke kelas dua, hubungan mereka masih berjalan cukup baik diiringi doa oleh seisi ruang guru, walau kadang pertengkaran itu ada (cz pada asalnya, mereka sama-sama keras, cum bedanya si ibe lebih ngalah :p dibanding tomi, maaf hun). terpisah kelas karena peraturan bupati untuk memisahkan kelas sesuai muhrimnya. dibalik semua itu, mereka tidak terpisahkan. meski cuma jalan-jalan kaki ataupun di anter pulang naik angkot, mereka terbilang survive. sampai pada inti kerusuhan itu di kelas tiga, dengan kesibukan masing-masing, tingkat stress yang sama-sama tinggi, hubungan mereka seperti bunga di atas air (ngambang) ditambah saat mereka pergi ke carita buat liburan lebaran (sweet memories kita yah :p) ponsel tomi hanyut, sejak saat itu terputuslah komunikasi lewat handphone.
Di tengah kesepian yang mendalam, tidak ada perhatian yang intens, munculah seorang makhluk dari dunia lain (hehehe) yang menjadi partner diskusi dan lama-lama mengisi kekurangan 1 hal yang tidak tomi punya, yaitu dewasa. karena terlalu lelahnya si ibe menghadapi tomi yang emosional tinggi, bertemu makhluk itu seperti dapet semburan air. .seger. . .
meski begitu, si ibe tetep ingin mempertahankan si tomi, dengan harapan, ayah akan berubah. . .
beberapa bulan berlalu tibalah waktu kelulusan, si ibe memutuskan untuk kuliah jauh di luar banten, karena memang pada saat itu ibe telah diterima disebuah politeknik kesehatan negeri di luar kota banten. .
siang bolong, yang mendung ga, panas juga ga, masuklah telfon dari no tomi, dengan kemarahan yang amat terasa oleh ibe, ketauan lah kalo si ibe itu telah membagi cinta (hiks, sedih).
malam semakin larut, tomi datang dengan membawa sebongkah amarah dan kecewanya, untung saat itu ada ayahnya ibe, melalui berbagai mediasi, dan yang paling si ibe inget ayahnya bilang :
"yang namanya jodoh itu ga kan kemana mi, mungkin memang sekarang kalian harus fokus untuk pendidikan dahulu " tomi ditemani khaer hanya bisa terdiam, ibe pun hanya menahan rasa bersalah diteras.
akhirnya tomi mendatangi ibe di teras, tiba-tiba tomi menangis dipangkuan ibe. rasa bersalah menyelimuti hati si ibe. si ibe merasa tidak bisa merubah tomi selama 3 tahun mereka bersama, dalam hati ibe berkata "semoga dengan perpisahan ini, kamu bisa berubah, yah".
selang dua tahun berlalu, hubungan mereka bisa dibilang cukup baik sebagai sahabat, walau si ibe mengerti tomi telah menghadirkan orang lain sebagai penggantinya, si ibe tegar (oh ya, si ibe sama makhluk itu cuma sebentar). pada bulan ramadhan tahun 2010, si ibe pulang kampung, maklum memang jarang pulang dalam waktu lama. saat sedang menata lemari belajarnya, jatuhlah setumpuk surat, diary ibetomi, dan cincin. yang dulu ga pernah ia pahami maknanya, airmata membanjiri surat-surat itu. . tapi sayangnya si ibe melakukan hal bodoh (its a bad thing)yang akhirnya merusak persahabatan yang terjalin selama 2 tahun setelah berpisah. yang akhirnya membuat tali silahturahmi terputus hingga sekarang. si ibe tau mungkin tomi seperti ini karena ada hati yang harus tomi jaga, hatinya kekasih tomi. . .
si ibe berada dalam persimpangan jalan. . perasaannya ini kok berat banget buat tinggalin masa itu. . .
dalam doanya, si ibe cuma ingin yang terbaik untuk tomi, ingin tomi bahagia, meski perasaan sayang itu tumbuh makin subur hanya pada satu nama, TOMI. tapi biarlah, si ibe tahu ALLAH have best plan for ibe. Anything can be happen, mungkin tidak saat ini tapi nanti atau. . . mungkin ALLAH punya yang terbaik untuk ibe dan tomi. . maafkan ibe ya tomi, ibe ingin tomi selalu tersenyum, semakin dewasa dalam hal apapun, terutama dalam mengendalikan emosi, jaga diri baik2, kamu kakak terbaik untuk yofi dan aneu, semoga bisa jadi kebanggaan mamah tomi dam Alm. bapak tomi di surga sana..
Give me second time Ya Robb. . .
Selasa, 08 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
